Taman kanak-kanak di dekat komplek GOR Jatidiri Semarang menjadi pilihan saya dan kelompok untuk berdedikasi. Kami datang pukul 07.30, ketika anak-anak sudah memasuki kelasnya dan ibu guru mereka sedang mengajarkan beberapa pelajaran kami masuk yang sebelumnya sudah meinta izin atas maksud kedatangan kami. Saya dan teman kelompok sebelumnya memperkenalkan diri walaupun agak aneh berbicara dengan banyak adik-adik yang masih berusia 6 tahun itu. Saya merasa kesulitan ketika harus memulai pelajaran untuk anak yang masih lebih menyukai permainan, sayapun mengambil siasat untuk melakukan beberapa game diantaranya Bit, dan lomba bernyanyi. Saya dan teman-teman kelompok mengapresiasi para siswa tersebut dengan memberi beberapa jajanan ringan. Jam pun menunjukan pukul 09.00 dan para siswa istirahat, dan saya memutuskan untuk berpamitan karena dirasa sudah cukup. Saat saya dan teman-teman kelompok pamit kepada Kepsek TK tersebut kami sedikit berbincang apa saja keluh kesah mengajar di TK, beliau memberitahukan bahwa mngejar di TK bukanlah hal yang menyenangkan pasalnya selain butuh kesabaran ekstra kita juga tidak dapat menikmati pundi-pundi uang yang banyak namun dibalik itu beliau menjelaskan bahwasannya manusia hidup bukan cuma soal uang namun tentang kebaikan kepada sesama manusia.
Selanjutnya adalah ketika kami mencari sosok yang kami anggap tangguh yaitu ketika bertemu pemulung yang merupakan seorang duda dan kami memberi sedikit rezeki
Kunjungan ke Komplek Makam Pahlawan. Di sini saya mengunjungi makam Mgr. Soegijapranata. Pada saat itu sekitar pukul 12.00 sepulang kuliah. Sayapun memanjatkan do'a di pusara pahlawan Mgr. Soegijapranata bersama teman-teman
Rabu, 09 Desember 2015
Minggu, 29 November 2015
ISLAM BUKAN TERORIS
Akhir-akhir ini banyak terjadi pemboman dimana-mana oleh orang-orang yang tidak dikenal yang berakibat banyak orang-orang yang mati akibat bom itu, baik di Negara Indonesia sendiri, maupun di Negara-Negara lain terjadi dan sangat sulit untuk diidentifikasi, sebenarnya siapa pelakunya ?
Bencana Alam muncul dimana-mana, baik itu berupa gempa Bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, wabah penyakit yang sulit diobati silih berganti, peperangan yang tak kunjung henti, pertentangan antar partai dan golongan semakin nyata dan sulit untuk dihindarkan, sementara disuatu tempat tertentu kekeringan tapi ditempat lain kebanjiran, ada daerah yang kelaparan sementara daerah lain sangat subur dan makmur, pesawat jatuh silih berganti, Kapal dilaut tenggelam di berbagai daerah yang banyak menelan korban.
Akhir-akhir ini banyak jenis penyakit melalui binatang liar, maupun binatang ternak, seperti anjing gila, antrak, flu burung yang menjalar ke babi, yang ada pada manusia berupa dulunya penyakit raja singa, sekarang ada penyakit yang sulit diobati berupa HIV yang menjurus pada AIDS yang masih belum diketemukan obatnya. Semua itu akan berjalan sesuai dengan kecerdasan manusia yang ditampilkan dengan kecerdasan otaknya, tetapi karena mungkin banyak diantara kita yang melupakan Allah yang menciptakannya semua itu muncul silih berganti dan sulit untuk diatasi dan di tanggulangi.
Sementara ini perkembangan Tekhnologi berkembang pesat, namun belum banyak diantara manusia yang mengadakan pemikiran tentang semua peristiwa yang terjadi dengan kemungkinan penyebab menurut garis ketentuan yang ditetapkan oleh Allah. Hampir mayoritas manusia hanya menganalisa dengan kecerdasan penalarannya dan bukan kesadaran hati nuraninya. Orang mengira bahwa semua kejadian itu dianggap hanya sebagai peristiwa alam biasa, dan tidak ada hubungannya dengan ketentuan Allah. Padahal sesungguhnya semua itu AlQur’an sebagai Petunjuk Allah, sudah banyak memberikan keterangan, namun mungkin saja karena kurangnya perhatian di antara kita, akibatnya perjalanan yang kelirupun dianggap benar. Hal seperti itu dikarenakan kita sudah terlanjur di kondisikan oleh suatu sistem yang sudah terprogram berjalan ber-tahun-tahun sehingga semuanya sudah dianggap baku dan benar. Padahal kita diingatkan agar menjadi orang yang tidak boleh taklid buta, artinya adalah bersikap kritis namun yang obyektif. Dengan demikian semua akan nberjalan sesuai dengan perkembangan pemikiran seseorang dan tidak akan terjadi suatu kemacetan.
TERORIS SELALU DIALAMATKAN KEPADA ORANG ISLAM.
Dalam berbagai berita yang sudah berkembang, bahwa seolah-olah yang melakukan teror itu adalah “ORANG ISLAM”. Teroris yang sekarang berkembang diberbagai Negara tentang adanya bom oleh orang yang tidak dikenal, juga bom bunuh diri yang kemudian menimbulkan banyak korban dinyatakan oleh banyak kalangan bahwa pelakunya adalah orang Islam. Sebagai orang Islam, kami merasa sangat prihatin, benarkah orang Islam melakukan hal yang seperti itu ? Atau mungkinkah Islam mengajarkan hal yang seperti itu ? Untuk apa dulunya Allah menciptakan manusia, apakah hanya untuk melakukan teror, padahal Islam adalah agama Allah ? Allah tidak mungkin menyuruh umatnya untuk melakukan teror seperti itu.
Bahkan di Negara-Negara Timur Tengah banyak yang melakukan bom bunuh diri dengan tujuan untuk membunuh orang lain dalam jumlah yang banyak, itu juga menurut beritanya dilakukan oleh orang Islam, padahal kejadian itu di Negara yang berdasarkan ajaran Islam dan yang meninggal selain yang bunuh diri itu juga kebanyakan orang Islam. Mungkinkah hal seperti itu terjadi, lalu apa yang menjadi penyebabnya ?
Sebenarnya kalau orang mengetahui tentang Sejarah hidupnya serta asal usulnya, orang akan mengetahui apa yang sebenarnya yang harus dilakukan, apalagi kalau orang mau mengerti bahwa semenjak manusia ini diciptakan oleh Allah sudah dilengkapi dengan petunjuk hidup. Maka siapa saja yang mengikuti petunjuk hidup itu akan bisa mengerti bagaimana sebenarnya kita sebagai manusia yang diciptakan Allah harus menjalani kehidupan ini ? Apa artinya dunia ini diciptakan oleh Allah kalau hanya untuk saling membunuh yang menurut pengakuan mereka untuk mencapai Surga ? Benarkah mereka yang melakukan pemboman itu sudah bisa memahami dengan sesungguhnya bagaimana kondisi Surga di Akhirat nanti ? kalau belum, kan berarti hanya melakukan sesuatu berdasarkan dugaan tanpa menggunakan landasan yang jelas. Karena Surga itu Allah yang menciptakan tentu orang harus mengkaji keterangan yang disampaikan oleh yang menciptakan yaitu Allah. Keterangan Allah itu semuanya sudah dituangkan dalam AlQur’an seutuhnya
Bencana Alam muncul dimana-mana, baik itu berupa gempa Bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, wabah penyakit yang sulit diobati silih berganti, peperangan yang tak kunjung henti, pertentangan antar partai dan golongan semakin nyata dan sulit untuk dihindarkan, sementara disuatu tempat tertentu kekeringan tapi ditempat lain kebanjiran, ada daerah yang kelaparan sementara daerah lain sangat subur dan makmur, pesawat jatuh silih berganti, Kapal dilaut tenggelam di berbagai daerah yang banyak menelan korban.
Akhir-akhir ini banyak jenis penyakit melalui binatang liar, maupun binatang ternak, seperti anjing gila, antrak, flu burung yang menjalar ke babi, yang ada pada manusia berupa dulunya penyakit raja singa, sekarang ada penyakit yang sulit diobati berupa HIV yang menjurus pada AIDS yang masih belum diketemukan obatnya. Semua itu akan berjalan sesuai dengan kecerdasan manusia yang ditampilkan dengan kecerdasan otaknya, tetapi karena mungkin banyak diantara kita yang melupakan Allah yang menciptakannya semua itu muncul silih berganti dan sulit untuk diatasi dan di tanggulangi.
Sementara ini perkembangan Tekhnologi berkembang pesat, namun belum banyak diantara manusia yang mengadakan pemikiran tentang semua peristiwa yang terjadi dengan kemungkinan penyebab menurut garis ketentuan yang ditetapkan oleh Allah. Hampir mayoritas manusia hanya menganalisa dengan kecerdasan penalarannya dan bukan kesadaran hati nuraninya. Orang mengira bahwa semua kejadian itu dianggap hanya sebagai peristiwa alam biasa, dan tidak ada hubungannya dengan ketentuan Allah. Padahal sesungguhnya semua itu AlQur’an sebagai Petunjuk Allah, sudah banyak memberikan keterangan, namun mungkin saja karena kurangnya perhatian di antara kita, akibatnya perjalanan yang kelirupun dianggap benar. Hal seperti itu dikarenakan kita sudah terlanjur di kondisikan oleh suatu sistem yang sudah terprogram berjalan ber-tahun-tahun sehingga semuanya sudah dianggap baku dan benar. Padahal kita diingatkan agar menjadi orang yang tidak boleh taklid buta, artinya adalah bersikap kritis namun yang obyektif. Dengan demikian semua akan nberjalan sesuai dengan perkembangan pemikiran seseorang dan tidak akan terjadi suatu kemacetan.
TERORIS SELALU DIALAMATKAN KEPADA ORANG ISLAM.
Dalam berbagai berita yang sudah berkembang, bahwa seolah-olah yang melakukan teror itu adalah “ORANG ISLAM”. Teroris yang sekarang berkembang diberbagai Negara tentang adanya bom oleh orang yang tidak dikenal, juga bom bunuh diri yang kemudian menimbulkan banyak korban dinyatakan oleh banyak kalangan bahwa pelakunya adalah orang Islam. Sebagai orang Islam, kami merasa sangat prihatin, benarkah orang Islam melakukan hal yang seperti itu ? Atau mungkinkah Islam mengajarkan hal yang seperti itu ? Untuk apa dulunya Allah menciptakan manusia, apakah hanya untuk melakukan teror, padahal Islam adalah agama Allah ? Allah tidak mungkin menyuruh umatnya untuk melakukan teror seperti itu.
Bahkan di Negara-Negara Timur Tengah banyak yang melakukan bom bunuh diri dengan tujuan untuk membunuh orang lain dalam jumlah yang banyak, itu juga menurut beritanya dilakukan oleh orang Islam, padahal kejadian itu di Negara yang berdasarkan ajaran Islam dan yang meninggal selain yang bunuh diri itu juga kebanyakan orang Islam. Mungkinkah hal seperti itu terjadi, lalu apa yang menjadi penyebabnya ?
Sebenarnya kalau orang mengetahui tentang Sejarah hidupnya serta asal usulnya, orang akan mengetahui apa yang sebenarnya yang harus dilakukan, apalagi kalau orang mau mengerti bahwa semenjak manusia ini diciptakan oleh Allah sudah dilengkapi dengan petunjuk hidup. Maka siapa saja yang mengikuti petunjuk hidup itu akan bisa mengerti bagaimana sebenarnya kita sebagai manusia yang diciptakan Allah harus menjalani kehidupan ini ? Apa artinya dunia ini diciptakan oleh Allah kalau hanya untuk saling membunuh yang menurut pengakuan mereka untuk mencapai Surga ? Benarkah mereka yang melakukan pemboman itu sudah bisa memahami dengan sesungguhnya bagaimana kondisi Surga di Akhirat nanti ? kalau belum, kan berarti hanya melakukan sesuatu berdasarkan dugaan tanpa menggunakan landasan yang jelas. Karena Surga itu Allah yang menciptakan tentu orang harus mengkaji keterangan yang disampaikan oleh yang menciptakan yaitu Allah. Keterangan Allah itu semuanya sudah dituangkan dalam AlQur’an seutuhnya
Kamis, 12 November 2015
Kisah Heroik Pemuda Muslim Selamatkan 80.000 Warga Perancis di Stadion
Media internasional, khususnya Barat, kembali menampakan wajahnya setelah tidak mau memberitakan aksi penjaga stadion sepak bola Muslim yang berhasil menyelamatkan lebih dari 80.000 orang saat pertandingan antara Perancis dan Jerman pada hari Jum’at (13/11) kemarin.
Adalah pemuda Muslim Perancis bernama Zuhair yang berhasil mencegah seseorang yang membawa bom, berperilaku aneh saat akan memasuki kawasan stadion yang turut dihadiri oleh Presiden Francois Hollande.
Melihat gelagat dan cara yang aneh, Zuhari segera mengejar pemuda tersebut sebelum akhirnya terduga teroris meledakan sendiri bom rompi yang dikenakan di badannya.
Sebanyak 132 warga sipil tewas dalam sejumlah serangan serentak yang terjadi di ibukota Paris pada Jum’at malam. (Rassd/Ram)
Itulah wajah media Barat, sama seperti media mainstream di Indonesia yang setelah diguyur fulus, mereka beramai-ramai kehilangan kritisnya kepada pemerintah dan tidak memuat aksi demonstran ribuan mahasiswa yang menuntut Jokowi-JK mundur, memutar-balikkan Tragedi Tolikara, Singkil, dan sebagainya.
Rabu, 28 Oktober 2015
Perdamaian Dalam Perspektif Islam
Manusia yang telah "dianugrahi" akal dan nafsu dipercaya oleh Tuhan untuk menjadi khalifah-Nya dengan misi menjaga bumi dari kerusakan. Tentu untuk menjadi balance antara ke dua kekuatan yang dimiliki manusia tersebut Agama adalah jawabannya. Oleh karennya Allah mengutus rasul-rasul-Nya guna menyebarkan ajaran-ajaran yang dapat menjadi pelita manusia dalam mengarungi bahtera kehidupan ini. Islam merupakan penyempurna dari ajaran-ajaran sebelumnya. dan itu adalah agama samawi terakhir yang dibawa oleh rasul terakhir dan untuk umat terakhir yang hidup di zaman akhir. Dengan berpedoman pada Al Qur 'an dan Assunnah maka Islam mempu menjawab tantangan zaman semenjak kemunculannya, zaman ini sampai yang akan datang. Islam muncul untuk menjadi "penyelamat" dunia sebagai Rahmatan Lil alamien oleh karenanya setiap ajaran Islam memiliki nilai kebenaran yang tidak diragukan lagi. Ia berusaha menciptakan perdamaian di bumi sehingga umat manusia dan seluruh makhluk Allah dapat hidup sejahtera. Islam dengan pengertian epistimologi memiliki makna penyerahan diri, pasrah, patuh dan tunduk kepada kehendak Allah, ia adalah agama yang membawa kemaslahatan bagi pemeluknya baik di dunia maupun di akherat. Merupakan suatu kenikmatan besar dapat menjadi Muslim yang kafah. FirmanNya : Barang siapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
Langganan:
Postingan (Atom)


